Minggu, 05 Mei 2019

Supir Transportasi Daring di New York Gelar Unjuk Rasa Jelang IPO Uber

Para mitra pengemudi Uber di New York akan melakukan unjuk rasa pekan depan sebelum perusahaan transportasi daring tersebut menjadi perusahaan terbuka, demi menyuarakan protes terhadap kondisi kerja yang tak berimbang, demikian disampaikan serikat taksi hari Jumat.



Protes ini menegaskan tantangan bagi Uber untuk mencari cara menurunkan biaya pengemudi demi menjadikannya untung dan membayar pengemudi secara cukup untuk mempertahankan pelayanannya.

Para pengemudi Uber, Lyft dan aplikasi pemanggil tumpangan lainnya akan melangsungkan unjuk rasa pada hari Rabu, mulai jam 7 pagi waktu setempat selama dua jam.

Uber saat ini merencanakan penetapan harga penawaran saham perdananya pada hari Kamis dan sahamnya mulai dijualbelikan di bursa saham New York pada hari Jumat.

Aksi para supir di New York akan diikuti rekannya di San Francisco, Chicago, Los Angeles, San Diego, Philadelphia, dan Washington DC yang juga merencanakan protes serupa.

Aliansi Pekerja Taksi New York (NYTWA) menyebut para supir meminta jaminan keamanan pekerjaan, upah yang cukup untuk hidup, serta batas penarikan pemasukan yang diambil oleh perusahaan.

“Uber mengklaim bahwa kami adalah kontraktor independen padahal mereka yang menetapkan tarif kami dan mengontrol waktu kerja,” terang Sonam Lama, anggota NYTWA dan juga supir Uber sejak 2015 yang dikutip Reuters.

“Petinggi Uber menjadi kaya dari jerih payah kami. Mereka semestinya memperlakukan kami dengan respek. Kami melakukan unjuk rasa untuk menyampaikan pesan bahwa para mitra pengemudi akan terus melawan,” kata Lama.

Uber memperingatkan dalam pengajuan IPO-nya bahwa bisnis mereka akan ‘terdampak buruk’ jika pengemudi diklasifikasikan sebagai karyawan alih-alih kontraktor independen.

0 komentar:

Posting Komentar