Kamis, 25 Juli 2019

Sertifikat Elektronik RI untuk Ekspor Tuai Pujian

Tubuh Karantina Pertanian sudah mengaplikasikan skema transisi data pada pengiriman sertifikasi kesehatan (e-Cert) baik hewan serta tumbuhan jadi kriteria negara arah export.

Elektronik sertifikat itu mengikutkan semua data perlakukan karantina untuk agunan serta kesehatan produk pertanian yang dilalulintaskan.



"Otoritas karantina semasing negara telah sama-sama yakin dengan pemenuhan standar dan tehnologi yang sama-sama dukungan," kata Ketua Komisi IV-DPR RI Edhy Prabowo dalam infonya, Kamis (25/7/2019).

Simak juga: Jamuan Salak sampai Durian Ala Jokowi Jadi Kesempatan Export Buah RI

Edy awalnya lakukan kunjungan kerja ke Amsterdam, Belanda pada Rabu (24/7). Edhy mengemukakan apresiasinya atas service digital yang disediakan Kementan.

"Ini sigap atas perkembangan jaman. Lebih dalam kerangka perdagangan dimana Menteri Amran Sulaiman yang santer kerjakan dobrakan export komoditas pertanian, ini jadi tools dagang yang perlu kita dorong agar berlaku di semua negara partner dagang," tuturnya.

Dengan faedah ekonomi yang riil baik dari bagian efisiensi, efektifitas dan ketepatan service dan ekonomi, faksi Otoritas Karantina Belanda bersedia memberi testimoni service e-Cert Karantina Pertanian waktu pertemuan WGAFFC akan datang yang direncanakan diadakan bulan September 2019 di Indonesia.

"Testimoni ini diinginkan bisa menggerakkan negara partner dagang lain untuk gunakan service e-Cert Barantan, jadi semakin deras export kita," lebih Edhy.

Kunjungan kerja yang dibarengi oleh 16 orang anggota Komisi IV ini mempunyai tujuan pelajari peraturan serta perundang-undangan yang diaplikasikan pemerintah Belanda di bagian pertanian terutamanya hortikultura serta perkarantinaan.

Rombongan yang dibarengi oleh Atase Pertanian Brussel, Kepala Sisi Hukum serta Humas Barantan dan Wakil dari Biro Kerja sama Luar Negeri Kementerian Pertanian berpeluang datangi World Horti Centre.

Instansi ini adalah instansi swasta yang mengurus pendidikan, analisa serta usaha produk hortikultura favorit Belanda.

"Ini contoh konkrit dari kerja sama di antara pemerintah serta faksi swasta, dapat kita adopsi yaitu menggabungkan pendidikan vokasi di polbangtan, peningkatan industri hortikultura serta analisa berbentuk triple heliks (A-B-C)," pungkas Edhy.

Otoritas Karantina Belanda, yang diwakilkan oleh Benno Slot dalam peluang diskusi mengemukakan jika Komisi semua negara di Uni Eropa merencanakan menetapkan sertifikasi elektronik di akhir tahun 2020.

"Belanda jadi pintu masuk beberapa produk pertanian ke negara Eropa lewat Pelabuhan Rotterdam mengemukakan jika kerja sama bilateral berkaitan pemakaian e-Cert sudah percepat proses export lebih dari 35 %," jelas Benno.

Simak juga: Peta Ketahanan & Kerentanan Pangan Dapat Jadi Referensi Libas Stunting

Kepala Tubuh Karantina Pertanian, Ali Jamil yang ikut dalam rombongan Kunjungan Studi Diplomasi Anggota Komisi IV DPRI-RI ini menerangkan jika sekarang baru ada 4 negara partner dagang yang bekerja bersama dalam e-Cert.

Empat negara itu yaitu Belanda, New Zealand serta Australia dan negara ASEAN yang telah siap masuk ialah Vietnam. Sesaat negara partner dagang yang lain masih juga dalam step proses negosiasi.

"Dengan aplikasi e-Cert tidak hanya faedah ekonomi akan ada agunan keberterimaan produk pertanian sebab semua kriteria serta ketentuan Sanitary and Phtyosanitary, SPS sudah sesuai dengan negara arah. Apabila masih ada yang kurang, dapat kita mengantisipasi dengan aksi karantina yang dibutuhkan.

0 komentar:

Posting Komentar